Rabu, 25 April 2012

Kejujuran dalam Dunia Pendidikan

Oleh : Muhammad Iqbal
          Guru PAI di SMO Aisyiyah Rancaekek Kabupaten Bandung
          Artikel ini pernah dimuat di rubrik Forum Guru
          Koran Pikiran Rakyat, Rabu 14 Maret 2012
 

Terungkapnya kasus plagiarsisme di salah satu perguruan tinggi negeri di Bandung beberapa waktu lalu bukan saja mencoreng nama baik institusi tersebut, tetapi juga dunia pendidikan pada umumnya. Plagiarisme dinilai mencederai nilai dan sifat kejujuran yang menjadi tujuan dunia pendidikan.
Ironis memang. Bagaimana tidak, sejatinyainstitusi pendidikan adalah kawah candradimuka untuk mencetak generasi bangsa yang mempunyai nilai-nilai luhur seperti kejujuran dalam sikap dan sifat, keberanian berinovasi, dan keikhlasan mengabdi pada masyarakat. Cerdas intelektual saja tidak cukup jika tanpa diimbangi kecerdasan emosional. “Saling berlakukah jujur dalam ilmu dan jangan saling merahasiakannya. Sesungguhnya berkhianat dalam ilmu pengetahuan lebih berat hukumnya daripada berkhianat dalam harta”. (HR Abu Na’im).
Begitu pentingnya nilai kejujuran dalam kehidupan, bahkan lebih penting dalam dunia pendidikan karena kejujuran dalam pendidikan merupakan fondasidanbekal untuk memasyarakatkan kejujuran yang sudah begitu langka dan mahalnya di negeri kita ini. Begitu pentingnya nilai kejujuran, konteksnya dalam hal ini adalah apabila seorang insane akademisi tidak berlaku jujur, dia desebut pengkhianat bahkan lebih kejam daripada pengkhianatan kepada harta. Mungkin ini yang sering dilupakan pendidik hingga menganggap tujuan pendidikan hanya sebatas mengejar nilai matematis hingga sampai ada ungkapan “mengajar itu sulit, tetapi mendidik itu lebih sulit.”
Terjadinya berbagai kasus sontekan misal, manipulasi nilai, bahkan plagiarisme, adalah pelajaran di mana semestinya, bangsa ini berusaha meletakkan kejujuran pada posisi yang utama. Pentingnya kejujuran harus disuarakan melalui berbagai cara, terlebih dalam dunia pendidikan.
Hal yang terkait dengan pendidikan tidak boleh mengabaikan kejujuran terhadap siapa pun. Lembaga pendidikan semestinya mengutamakankejujuran daripada kecerdasan. Bahkan lembaga pendidikan harus mampu mengantarkan para lulusannya memiliki dua kekuatan itu sekaligus, yaitu kejujuran dan kecerdasan. Andaikan harus memilih, kejujuran harus diutamakan, sebab menjadikan seseorang cerdas ternyata tidak sesulit mengantarkan orang menjadi jujur.
Begitu pentingnya kejujuran, suatu hari Nabi Muhammad saw, pernah ditanya oleh seseorang tentang amalan sekiranya ringan tetap bisa menyelamatkan. Oleh karena itu, dijawab oleh beliau dengan singkat yaitu jangan berbohong. Jawaban itu sederhana sekali, tetapi itulah modal utama yang sebenarnya dalam membangun masyarakat. Semoga ke depan pentingnya kejujuran dihayati dan disadari oleh para engambil kebijakan yang terkait dengan pendidikan sehingga berbagai kasus yang menimpa lembaga pendidikan bisa dihilangkan atau setidaknya diminimalisasi. Dan yang lebih penting, orientasi membuat orang jujur lebih diutamakan dari sekadar membuat orang cerdas tetapi mengorbankan aspek penting dalam kehidupan, yaitu kejujuran.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Bagaimana komentar anda tentang artikel ini